16 Maret 2026 2:51 pm
.
3 menit membaca
AXIALNEWS.id | Kondisi infrastruktur jalan di Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, kembali berada di titik nadir. Plt Ketua KNPI Wampu, Bambang Yuspranata, melontarkan kritik pedas terhadap perilaku para pengusaha dan perusahaan di wilayah Wampu yang dinilai ‘bebal’ terhadap pemeliharaan jalan protokol.
Meski jalan sepanjang 7 kilometer baru saja selesai di-hotmix oleh PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) pada 24 Agustus 2024 sebagai kompensasi pembangunan Tol Binjai-Langsa, umur aspal tersebut diprediksi tidak akan lama akibat gempuran kendaraan bermuatan lebih.
KNPI Wampu menyoroti ketimpangan yang terjadi di Wampu. Menurutnya, perusahaan-perusahaan di wilayah tersebut sangat agresif dalam mengeksploitasi sumber daya alam, namun sangat pasif dalam tanggung jawab sosial, terutama terkait perawatan jalan.
“Jangan hanya tahu menguras hasil bumi Wampu, tapi tutup mata saat jalan hancur lebur. Kendaraan mereka yang diduga Over Dimensi Over Load (ODOL) adalah predator utama rusaknya aspal kita. Ini adalah bentuk ketidakadilan bagi warga yang setiap hari harus bertaruh nyawa di jalanan rusak,” tegas Bambang, Senin (16/3/2026).
Baca Juga Adipura 2023, Bukti Pemko Medan Sukses Optimalkan Kebersihan
Ia mengingatkan bahwa surat imbauan Camat Wampu dengan Nomor: 551-384/TRANTIB/WP/IX/2023 seolah hanya dianggap “kertas kosong” oleh para pelaku usaha karena minimnya kesadaran kolektif untuk menjaga fasilitas publik.
Kritik juga diarahkan langsung ke pendopo Bupati. KNPI Wampu menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat lamban dan minim perhatian terhadap kerusakan jalan di Wampu yang kini sudah merembet hingga ke pelosok desa.
Baca Juga Pembangunan Pasar Stabat & Pangkalan Brandan Didukung Mendag Zulkifli Hasan
“Kami tidak melihat kehadiran Pemkab Langkat yang serius di sini. Jalan rusak dibiarkan bertahun-tahun sampai menunggu ada aksi atau viral baru bergerak. Satgas Peduli Wampu harus lebih vokal menekan pemerintah agar tidak membiarkan wilayah kita dianaktirikan,” lanjutnya.
KNPI Wampu mendesak Satlantas Polres Langkat dan Dinas Perhubungan (Dishub) Langkat untuk berhenti melakukan pembiaran. Ia meminta adanya tindakan hukum yang konkret dan berkelanjutan terhadap truk-truk ODOL.
“Kami minta aparat bertindak tegas. Lakukan razia tanpa pandang bulu! Jangan ada ‘main mata’ dengan oknum pengusaha. Jika aturan berat muatan dilanggar, sikat sesuai hukum yang berlaku!” tegas Plt Ketua KNPI Wampu.
Sebagai penutup, KNPI Wampu mengajak seluruh elemen masyarakat dan Satgas Peduli Wampu untuk bersikap kritis dan proaktif. Ia mendorong warga untuk berani mengawasi secara terbuka dan tidak ragu untuk memotret, merekam, dan mempublikasikan aktivitas perusahaan yang terbukti melanggar aturan.
Baca Juga Pemkab Langkat & Bapemperda DPRD Sumut Bahas Perda Disabilitas
“Kita harus bersatu. Awasi secara terbuka setiap jengkel jalan kita. Jika pengusaha tidak punya nurani untuk merawat, maka kekuatan rakyat melalui kritik dan pengawasan adalah satu-satunya cara untuk memaksa mereka bertanggung jawab,” pungkas Bambang.
KNPI Wampu berharap kritik ini menjadi masukan konstruktif bagi pengusaha, perusahaan maupun pemerintah daerah agar tercipta sinergi antara pembangunan infrastruktur, penegakan hukum, dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang nyata bagi warga Wampu.
Redaksi : M.Nuh
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.